4 Alasan Kenapa Penerima Kredit Tanpa Kartu Kredit Mewajibkan Status Karyawan Tetap

Mengambil pinjaman tanpa agunan kini terasa semakin mudah dengan adanya fasilitas tambahan berupa kredit tanpa kartu kredit. Awalnya peminat KTA memiliki kewajiban memegang kartu kredit baru bisa mengajukan aplikasi pinjaman jenis ini. Mengapa? Sebab KTA dikenal sebagai pinjaman yang disediakan bank tanpa perlu mengajukan jaminan dan dana pinjaman sudah bisa diproses. Pencairannya pun dikenal tidak memakan waktu lama dan lebih akrab dijadikan solusi untuk keperluan uang tunai mendadak.

Namun yang namanya produk pinjaman apalagi yang disuguhkan oleh lembaga keuangan resmi tentu ada syarat dan ketentuan menyertainya. Semudah apapun KTA diambil ada tahapan atau prosedur supaya pinjaman ini bisa diambil. Salah satunya menyertakan kartu kredit yang tercatat sebagai milik Anda pribadi dan memiliki riwayat tagihan yang dibayarkan secara rutin dan tepat waktu. Itu adalah KTA model lama dan kini sudah diperbaharui dengan adanya KTA tanpa kartu kredit.

Pengganti Persyaratan Kartu Kredit

Supaya pihak bank selaku sumber pinjaman atau debitur tidak kecolongan dan asal memilih kreditur, maka syarat kartu kredit ini diganti dengan slip gaji. Selain slip gaji selama 3 bulan terakhir juga wajib menyertakan surat keterangan bekerja yang diterbitkan oleh HRD setempat. Nah, bisa ditarik kesimpulan bahwa KTA tanpa kartu kredit ini juga lebih cocok untuk mereka yang berstatus sebagai karyawan tetap dan baiknya dipahami secara utuh.

Alasan Status Karyawan Dianggap Penting oleh Bank

Meskipun kredit tanpa kartu kredit memperluas kesempatan siapa saja mendapatkan pinjaman tanpa harus memegang kartu kredit. Tetap saja ada batasan bahwa statusnya merupakan karyawan tetap, ada beberapa alasan yang membuat status pekerjaan menjadi penting. Diantaranya adalah:

  1. Jaminan yang diberikan oleh perusahaan,

Pihak bank akan melakukan survei dan mencari tahu status serta kondisi perusahaan tempat Anda bekerja. Akan lebih terjamin kredit dikantongi jika perusahaan sudah berdiri cukup lama dan termasuk perusahaan besar, jaminan semakin tinggi saat penggajian dilakukan di bank tersebut.

  1. Bukti calon kreditur memiliki pendapatan tetap,

Slip gaji dan keterangan bekerja sebagai pegawai tetap di sebuah perusahaan menunjukan kondisi keuangan calon kreditur. Bank bisa memperhitungkan seberapa sehat keuangan yang dimiliki calon penerima pinjaman. Bisa di teropong melalui nilai gaji bulanan yang tercantum di slip gaji, yang bisa dijadikan pedoman memperkirakan apakah kredit akan macet atau normal. Rumus perhitungannya adalah 30% dari total gaji kreditur, semakin tinggi maka nilai pinjaman mengikuti.

  1. Memperkecil adanya resiko kredit bermasalah,

Pada dasarnya kredit macet bukan hanya mimpi buruk bagi kreditur namun juga bagi bank selaku debitur. Maka pihak bank berusaha memperkecil kemungkinan memberi pinjaman pada orang yang potensial melakukan kredit macet. Adanya status karyawan tetap dan menerima gaji bulanan secara rutin maka pihak bank bisa memastikan kreditur satu ini terhindar dari kemungkinan kredit macet. Sebab penghasilan bulanan ini menjamin cicilan pinjaman bisa dibayarkan.

  1. Bank penyedia kredit mendapat keuntungan lebih,

Seperti yang sudah disinggung bahwa resiko kredit macet juga menjadi mimpi buruk untuk bank pemberi pinjaman. Memang benar demikian sebab setiap beberapa kali dalam setahun pihak Bank Indonesia akan melakukan penilaian. BI akan menentukan seberapa sehat suatu bank dilihat dari presentase kredit macet yang terjadi. Jika kredit macetnya tinggi maka pemasukan bank tersendat dan kondisinya tidak sehat. Maka sudah tepat jika kredit tanpa kartu kredit tetap mewajibkan penerimanya berstatus karyawan tetap.

Leave a Reply

css.php
Skip to toolbar