Mengenal Tentang Apa Itu Penyakit Kista Ovarium


Kista ovarium adalah suatu pengumpulan cairan yang ada pada indung telur atau ovarium. Cairan yang menempel dan menumpuk ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbuat dari lapisan terluar dari ovarium. Biasanya terjadi pada wanita usia normal (di kisaran 20-40 tahun).

Kista ovarium ada dari bermacam penyebab. Penyebab inilah yang kelak akan menentukan tipe dari kista. Diantara beberapa tipe kista ovarium, tipe folikuler adalah tipe kista yang paling banyak dilihat . Kista jenis ini terbentuk oleh karena pertumbuhan folikel ovarium yang tidak dapat dikendalikan.

Folikel merupakan suatu rongga cairan yang normal ada dalam ovarium. Pada keadaan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka waktu ovulasi untuk menghilangkan sel telur. Namun pada beberapa penderita, folikel ini tidak terbuka sehingga memicu bendungan carian yang kelak akan menjadi kista.

Cairan yang akan mengisi kista sebagian besar adalah darah yang keluar karena dari perlukaan yang terjadi pada pembuluh darah kecil ovarium. Pada beberapa kasus, kista dapat juga diisi oleh jaringan abnormal tubuh seperti rambut serta gigi. Kista jenis ini dikenal dengan sebutan Kista Dermoid.

Sebagian besar wanita tidak sadar jika dirinya menderita kista. Seandainya memicu gejala maka keluhan yang kerap sering dialami yaitu adanya rasa sakit pada perut bagian bawah dan pinggul
https://www.linkjitu1.net/ . Rasa nyeri ini ada akibat dari pecahnya dinding kista, pembesaran kista yang sangat cepat sehingga organ areanya menjadi teregang, perdarahan yang terjadi pada dalam kista serta tangkai kista yang sudah rusak.

Beberapa ahli juga berpendapat kista ovarium bertanggung jawab atas adanya penyakit kanker ovarium pada wanita diatas 40 tahun. Siklus terjadinya kanker masih terlalu rinci namun sangat direkomendasikan agar para wanita yang berusia diatas 40 tahun untuk menerapkan sistem skrining atau deteksi dini pada kemungkinan adannya masalah kanker ovarium. Dianjurkan tiap 6 bulan sekali pada wanita untuk melakukan yang namanya USG Kandungan.

Faktor resiko lain yang diketahui adanya faktor penggunaan kontrasepsi oral terutama yang berguna untuk menekan terjadinya ovulasi.

Maka dari itu jika seorang wanita usia subur memakai cara konstrasepsi ini dan lalu merasakan keluhan pada siklus menstruasi, lebih baik segera melakukan pemeriksaan lengkap atas kemungkinan adanya terserang masalah kanker ovarium.

Biasanya kista ovarium pada wanita usia subur akan menghilang dengan otomatis dalam 1 sampai 3 bulan. Meskipun ada diantaranya yang pecah namun tidak akan memicu gejala yang serius. Kista jenis ini termasuk normal dan tidak berbahaya serta tidak memerlukan penanganan medis tinggi. Kista umumnya ditemukan secara tidak sengaja waktu dokter melakukan pemeriksaan USG.

Meskipun demikian, pengawasan tetap wajib diterapkan terhadap perkembangan kista sampai dengan beberapa siklus menstruasi. Jika memang ternyata tidak terlalu bermakna maka kista bisa disepelekan karena akan mengecil sendiri. Biasanya kista dengan ukuran diameter kurang dari kisaran 5 cm.

Pemeriksaan USG sangat penting untuk menentukan langkah penatalaksanaan kista ovarium. Dengan USG dapat diperhatikand ari besarnya kista, jumlah kista, isi dari kista serta sisi komplikasinya.

Jika memang kista ovarium tumbuh besar dan memicu banyak keluhan akibat dari peregangan organ sekitar kista maka perlu diperhatikan untuk melakukan operasi pengangkatan kista. Jangan lupa untuk segera membawa jaringan kista ke laboratorium patologi anatomi untuk tau semua kemungkinan kista tersebut berkembang menjadi sebuah penyakit berbahaya lainnya.

Kista mempengaruhi waktu haid perempuan karena sistem hormonal yang terganggu. Secara garis besar, hormon akan meregulasi pertumbuhan sel telur pada area ovarium. Medis juga belum dapat secara detail menjelaskan bagaimana siklus hormonal perempuan yang sudah terganggu.

Leave a Reply

css.php
Skip to toolbar