Pengaruh Menguatnya Rupiah terhadap Ekonomi Indonesia

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam kurun waktu belakangan ini nilai Rupiah menguat terhadap Dollar AS. Tidak seperti bulan-bulan sebelumnya dimana Rupiah mencapai Rp 13.000 bahkan Rp 14.000 per Dollar AS-nya. Namun hingga pada sekarang ini Rupiah dikatakan berada pada posisi angka 12 yaitu mencapai Rp 12.987. Tentunya ini merupakan suatu peningkatan dari catatan sebelumnya. Dari penguatan rupiah tersebut maka akan berdampak pula pada perekonomian Indonesia. Cek update Kurs Dollar AS harian di Langit Forex.

Pengaruh terhadap Ekspor

Ekspor adalah transaksi penjualan barang dan jasa dari Indonesia ke luar negeri yang menimbulkan pembayaran oleh pembeli dari luar negeri. Melalui transaksi ekspor tersebut maka akan mengakibatkan adanya uang yang masuk ke Indonesia dalam mata uang asing (biasanya Dollar AS). Ketika eksportir memperoleh pembayaran dari luar negeri dengan mata uang asing tersebut, maka selanjutnya eksportir harus menukarkan uang asing tersebut ke rupiah. Uang itu nantinya akan kembali digunakan oleh eksportir untuk menjadi modal dalam pembelian bahan baku dan biaya operasional lainnya sehingga menghasilkan suatu produk yang akan diekspor lagi. Jika nilai rupiah menguat, maka sang eksportir akan memperoleh jumlah rupiah yang lebih sedikit dibandingkan nilai tukar yang sebelumnya. Jadi secara makro dapat dikatakan bahwa menguatnya nilai tukar rupiah akan dapat mengurangi jumlah transaksi ekspor ke luar negeri. Tentunya hal ini akan mengurangi minat dalam dunia usaha.

Pengaruh terhadap Impor

Kebalikan dari ekspor, impor berarti merupakan suatu transaksi ekonomi dengan pembelian barang dan jasa dari luar negeri yang menimbulkan pembayaran dengan mata uang asing ke luar negeri. Dengan impor maka akan menyebabkan adanya uang yang keluar dari Indonesia. Untuk itu maka importir perlu melakukan pembayaran dengan mata uang asing. importir pun harus menukarkan rupiah ke mata asing tersebut (biasanya Dollar AS). Jika nilai tukar rupiah menguat, maka importir tidak perlu membutuhkan banyak uang rupiah untuk memperoleh mata uang asing tersebut. Dengan begitu hal tersebut akan menimbulkan keuntungan bagi importir sehingga akan meningkatnya daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa yang berasal dari luar negeri. Apalagi jika barang-barang yang diimpor merupakan barang modal seperti mesin dan peralatan, dan bahan baku. Maka kapasitas produksi ekonomi bisa ditingkatkan karena biaya produksi yang harus dikeluarkan secara relative akan menjadi lebih murah.

Terhadap bayar utang dan subsidi

Dalam APBN tentu pemerintah akan mengalokasikan dana tersebut untuk bayar utang baik dalam dan luar negeri, serta subsidi. Beberapa komoditas yang disubsidi tersebut seperti BBM harus diimpor dari luar negeri. Oleh sebab itu penguatan rupiah akan membuat kewajiban bayar utang dari luar negeri dan anggaran subsidi mengalami penurunan. Selain itu dapat dikatakan juga bahwa belanja negara akan lebih menghemat lagi.

Menguatnya nilai Rupiah ternyata bisa membawa dampak positif dan juga negatif. Oleh sebab itu yang terpenting adalah bagaimana menstabilkan perekonomian Indonesia agar masyarakat Indonesia dapat sejahtera.

Leave a Reply

css.php
Skip to toolbar